Soren Kierkegaard: Takut, Iman, dan Kesendirian

Penulis Fatonah Winiarum
Ukuran 13,5x20 cm
Tebal 000
ISBN sedang diajukan
Rp 0 Rp 0

"

Order via WA

"Apa artinya menjadi manusia jika kita hanya menjadi bagian dari kerumunan yang anonim?"

Di sebuah sudut Kopenhagen abad ke-19, Søren Kierkegaard tinggal dalam sebuah paradoks yang menyiksa. Ia adalah seorang pria yang memutus pertunangannya demi sebuah panggilan spiritual, seorang putra yang memikul dosa rahasia ayahnya, dan seorang filsuf yang meruntuhkan menara gading logika demi membela satu hal: Sang Individu.

Buku ini bukan sekadar kisah hidup tokoh. Buku ini merupakan "navigasi batin" menelusuri labirin pemikiran Søren Kierkegaard, sang Bapak Eksistensialisme dunia. Dari kecemasan yang ia sebut sebagai "pusing karena kebebasan", hingga "loncatan iman" yang menantang nalar, kita akan diajak memahami mengapa luka-luka personal Kierkegaard—patah hati, pengucilan, dan melankolia—adalah bahan bakar utama yang melahirkan pemikiran paling provokatif dalam sejarah modern.

Melalui narasi yang filosofis namun intim, Anda akan menemukan bahwa suara Kierkegaard tidak pernah benar-benar mati. Ia terus berbisik dalam karya-karya Kafka, Camus, hingga Sartre, mengingatkan kita semua bahwa kebenaran yang paling murni bukanlah apa yang bisa dibuktikan oleh statistik, melainkan apa yang berani kita pegang teguh di tengah ketidakpastian.

 

“Rasa takut dan gentar adalah ungkapan iman yang sejati.” — Søren Kierkegaard

Buku Terkait

× Chat with us on WhatsApp